Chrysanthemum, marissa haque fawzi alumni unika atmajaya jakarta

Chrysanthemum, marissa haque fawzi alumni unika atmajaya jakarta
Chrysanthemum, marissa haque fawzi alumni unika atmajaya jakarta

Marissa Haque Alumni Pasca Sarjana, FKIP Unika Atmajaya, Jakarta

Marissa Haque Alumni Pasca Sarjana, FKIP Unika Atmajaya, Jakarta
Belajar Ilmu Psicho-linguistics Khusus untuk Anak Tunarungu di FKIP Unika Atmajaya, Jakarta, Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Buku Kedua Marissa Haque, "Bahasa Kasih", Alumni Pasca Sarjana LTBI Unika Atmajaya

Buku Kedua Marissa Haque, "Bahasa Kasih", Alumni Pasca Sarjana LTBI Unika Atmajaya
Buku Kedua Marissa Haque, "Bahasa Kasih", Alumni Pasca Sarjana LTBI Unika Atmajaya

Karya Buku Marissa Grace Haque Fawzi ke 2, "Bahasa Kasih"

Karya Buku Marissa Grace Haque Fawzi ke 2, "Bahasa Kasih"
Speech Therapist untuk Deaf and Mute Children, Karya Buku Marissa Grace Haque Fawzi ke 2, "Bahasa Kasih"

kampus riset marissa grace haque fawzi

kampus riset marissa grace haque fawzi
kampus riset marissa grace haque fawzi

marissa haque alumni fkip linguistik bahasa inggris unika atmajaya, jakarta

marissa haque alumni fkip linguistik bahasa inggris unika atmajaya, jakarta
marissa haque alumni fkip linguistik bahasa inggris unika atmajaya, jakarta

Ikang Fawzi dan Marissa Haque, UI dan Usakti plus Unika Atmajaya, 2001

Ikang Fawzi dan Marissa Haque, UI dan Usakti plus Unika Atmajaya, 2001
Ikang Fawzi dan Marissa Haque, UI dan Usakti plus Unika Atmajaya, 2001
Tampilkan postingan dengan label Andre taulani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andre taulani. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Ikang Fawzi: Dua jam membaca (untuk Marissa Haque)

Ikang Fawzi: Dua jam membaca

Oleh Rahmayulis Saleh
Ikang Fauzi (antara)
Sumber: http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/ikang-fawzi-dua-jam-membaca

Musisi dan penyanyi rock Indonesia ini sejak kecil sudah akrab dengan buku. Sebagai anak seorang  diplomat yang sering mengikuti tugas ayahnya di beberapa negara, Ahmad Zulfikar Fawzi atau lebih dikenal dengan nama Ikang Fawzi, menjadikan buku dan berkesenian sebagai pengisi waktu luangnya selain belajar.

Laki-laki kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1959, ini menghabiskan masa kecilnya di luar negeri. Dia menjalani sekolah taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar di Belgia dan Jepang, mengikuti ayahnya Fawzi Abdulrani, yang waktu itu menjadi diplomat.

Kebiasaannya membaca buku sejak kecil itu, menurut Ikang, telah membuka dan menambah wawasannya. Dan kegiatan itu terus berlanjut hingga sekarang sampai dia sudah menikah dengan artis Marissa Grace Haque, dan memiliki dua putrid yang sudah beranjak dewasa.

“Setiap hari saya terbiasa membaca sampai dua jam, waktunya bisa kapan saja. Saat ini yang banyak saya baca buku-buku tentang ekonomi dan gaya hidup,” ungkap Penyanyi Rock Terbaik versi Majalah Gadis pada 1986 ini.

Menurut Ikang, hobinya membaca tersebut juga diikuti oleh isterinya dan kedua anaknya. Di rumahnya saat tersedia dua buah perpustakaan, dengan ribuan judul buku.

“Isinya macam-macam sesuai dengan bacaan kesenangan masing-masing keluarga. Untuk saya lebih suka baca masalah ekonomi,” ujar Duta On Clinic ini di Jakarta beberapa waktu lalu di sela-sela seminar yang diadakan On Clinic.

Selain membaca, ternyata sejak kecil Ikang juga suka berkesenian. Darah seni mengalir dari ayahnya, yang dulu pemain Hawaiian, pencipta lagu, dan penyanyi. Ayahnya selalu mendorong Ikang untuk berkesenian, dan  saat berusia 10 tahun, dia dimasukkan ke Yamaha Musik di Jepang untuk kursus privat electone dan drum.

Ikang juga dimasukkan ke klub belajar beladiri. Saat di Jepang dia belajar karate. Setelah kembali ke Indonesia, dia menekuni pencak silat. Tak heran walau sudah berusia di atas 50 tahun, tubuhnya masih tetap energik dan bugar.

Menurut Ikang yang juga pengusaha properti ini, memperhatikan gaya hidup menjadi sangat penting, terutama dalam mejalani pola hidup sehat, dan selalu berupaya melakukan hal-hal yang positif.

Setiap hari dia berusaha menghindari makanan yang banyak lemak, dan berenang di rumahnya dua hari sekali, masing-masing satu jam. “Dulu saya juga olahraga barbel, tapi di usia sekarang ini paling cocok bagi saya adalah berenang, mengonsumsi makana sehat, dan baca buku, serta bermusik,” ungkap Ikang yang alumni master MBA (S2) di UGM  Yogyakarta ini. (MSU)

Kamis, 09 Juni 2011

Budaya Menulis Alumni Unika Atmajaya Jakarta: Marissa Haque Fawzi

Baru kusadari beberapa hari terakhir ini ketika seorang teman yang dekat di hatiku dari FH UGM bertanya: "Mbak Icha sayang...keliahtannya para alum ni dari Unika Atmajaya Jakarta itu punya ciri yang sama deh yaitu suka menulis!" Hhmmm...iya juga ya?


Namun saya menyukai dunia tulis-menulis jauh sebelum menapaki kaki mengambil S2 ku yang pertama di kampus ini. Tapi....memang, setelah gabung dalam pembelajaran di kampus ini kemampuan dan kesenanganku menulis menjadi semakin terasah. Khususnya karena Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan di sini terkenal salah satu yang terbaik di Indonesia, sayapun mengambil S2 dari jurusan LTBI singkatan dari Linguistik Terapan Bahasa Inggris.


Ta hanya diriku Dari LTBI, ternyata adik kelasku dari FE (Fakultas Ekonomi) bernama Angelina Sondakh jua sangat produksitf sekarang dalam dunia penulisa buku. Memang banyak yang memcingkan mata ketika tulisannya melulu soal keluarga dan dirinya. Tapi saya pikir mereka yang sinis itu hanya iri kepada Angie yang cerdas serta produktif! Iri pertanda tak mampu...hehe...karena kalau mereka iri sebenarnya jawabannya hanya satu yaitu "menulis juga dong!" Beradu karya melalui budaya menulis pasti akan positif. Daya nalar serta kreasi sportif pasti akan mengemuka, dan dampaknya akan menepis hal negatif lainnya.

Sehingga tanpa ragu-ragu saya berani mengajak anda semua untuk bergabung bersama dalam dunia positif yang saya sekeluarga sukai, yaitu: "Ayo Memulis!"

Sumber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com


"Budaya Menulis Alumni Unika Atmajaya Jakarta: Marissa Haque Fawzi"

Senin, 29 November 2010

Ketelanjangan dalam Norma Kehidupan Tidak Layak Jadi Konsumsi Umum: Pelajaran Etika & Norma Serapan dari Unika Atmajaya (dalam Marissa Haque)

Alhamdulillah kami berdua Marissa Haque & Ikang Fawzi setuju dengan berita di:

Republika OnLine » Breaking News »

Nasional Imigrasi Harus Cegah Masuknya Bintang Porno ke Indonesia

Senin, 29 November 2010, 21:54 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,

JAKARTA--Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Susatyo, minta pihak imigrasi memperketat aturan mengenai pekerja seni asing terutama bintang film porno yang bermain di Indonesia.

“ Jangan sampai pemain yang datang dengan visa tidak jelas, bahkan wisata bisa masuk ke Indonesia, apalagi bintang porno” ujarnya pada Republika melalui telepon, Senin (29/11).

Ia mengaku aturan ini sebenarnya sudah sangat jelas di Indonesia. “ Kita harus periksa terlebih dahulu kelengkapan surat dan administrasinya. Kalau tidak sesuai ya harus dilarang,” tegasnya.

Kamis, 25 November 2010

Seharusnya Timses Airin Rachmi Diany di Tangsel Belajar Etika di Unika Atmajaya: Marissa Haque fawzi

andre-taulany-stinky
Jumat 19 November 2010

Pemilukada Tangsel Kental dengan Pelanggaran dan Kecurangan

TANGSEL - Koordinator Lembaga Kajian dan Analisa Daerah Terpadu, Ade Yunus, memprediksi kalau pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan akan berujung seperti yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Proses pemilihan akan diulang karena indikasi pelanggaran maupun kecurangan sangat kentara.

"Berbagai pelanggaran tersebut memiliki persamaan dengan pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada Pandeglang. Mahkamah Konsitusi menyatakan pilkada di daerah tersebut harus diulang secara keseluruhan," tutur Ade, Kamis (18/11).

Pengamat dari Universitas Muhammadiyah Jakarta itu mengatakan, indikasi pelanggaran maupun kecurangan yang terjadi dalam proses pemilihan di Tangerang Selatan Sabtu lalu dilakukan secara terstruktur, sistemik dan massif. Berdasarkan data yang dihimpun LKADT, berbagai kecurangan tersebut diantaranya berupa penggelembungan suara, pengerahan birokrasi, dan politik uang.

Indikasi penggelembungan suara dilakukan lewat perumusan daftar pemilih tetap. "Surat undangan memilih palsu dibuat agar pemilih palsu hadir di TPS," jelas Ade.

Sedang tim pemenangan pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, pasangan yang Rabu malam lalu ditetapkan sebagai pemenang, Ade menuding, melibatkan birokrasi dalam program kerjanya. "Tiga hal ini (mark up jumlah suara, pengerahan birokrasi dan politik uang) menjadi kekuatan kubu pasangan Arsyid-Andre Taulany untuk memenangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," katanya. (ti/isan)

Sumber: http://www.bantenpost.com/berita.php?berita=BU/BNTP/11/10/1316

Entri Populer